Langsung ke konten utama

Facebook Tingkatkan Pengaturan Lokasi dan Kontrol Privasi untuk Android

Pasti Tepat Akurat - Facebook menambahkan fitur kontrol privasi baru ke aplikasinya untuk perangkat Android. Memungkinkan pengguna untuk memblokir aplikasi dari pengumpulan dan penyimpanan detil informasi lokasi mereka.
"Kami memperkenalkan kontrol lokasi baru di Facebook untuk Android, sehingga orang dapat memilih jika mereka ingin kami mengumpulkan informasi lokasi ketika mereka tidak menggunakan aplikasi," sebut Paul McDonald, Direktur Teknik, Infrastruktur Lokasi Facebook.
Selama ini, pengguna yang menggunakan fitur lokasi seperti Nearby Friends atau Check-in di Facebook diminta untuk mengaktifkan pengaturan Location History mereka. Mengaktifkan fitur Location Sharing memungkinkan Facebook untuk menyimpan riwayat itu.
"Dengan pembaruan ini, Anda akan memiliki cara khusus untuk memilih apakah akan membagikan lokasi Anda atau tidak ketika Anda tidak menggunakan aplikasi," tambah McDonald, dikutip dari The Verge, Jumat (22/2).
Selain itu, Facebook juga memperbarui fitur Access Your Information untuk memasukkan perkiraan lokasi utama pengguna di tingkat kota atau kode pos. Pembaruan ini hadir beberpa hari setelah tim keamanan Facebook menggunakan informasi lokasi untuk melacak tim internalnya menghilang.

Sumber : Akurat.co

Komentar

Postingan populer dari blog ini

30 Pejabat ikut Terseret dalam Kasus Century ini, Bahkan SBY pun ikut terseret.

Masyarakat Indonesia tengah dibuat heboh terkait dengan artikel yang berisi tentang hasil-hasil investigasi tentang kasus dibalik Bank Century hingga menjadi Bank Mutiara yang saat ini diasuh oleh J-Trust Bank oleh laman berita Asia Sentinel pada Senin (11/9) lalu. Dalam hasil investigasinya, terungkap adanya dugaan konspirasi pencurian uang negara. Media tersebut menyebutkan bahwa peristiwa itu sebagai “pencurian kleptokratis terbesar dalam sejarah Indonesia”. Artikel tersebut ditulis langsung oleh pendiri Asia Sentinel, John Berthelsen. Dan sebanyak 30 pejabat diduga terseret dalam skema pencurian akbar tersebut, termasuk Presiden Indonesia ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Legislator Mukhamad Misbakhun turut berkomentar terhadap pemberitaan Asia Sentinel tersebut melalui akun medsosnya. Pejuang perpajakan tersebut terpantau AKURAT.CO pada Kamis (13/9) melalui linimasa twiternya @MMisbakhun menuliskan, Semoga @KPK_RI masih punya keberanian untuk melanjutkan kasus...