Langsung ke konten utama

Selektiflah Pilih Makanan Supaya Tak Kena Penyakit Kulit

Pasti Tepat Akurat - Mempunyai kulit sehat, putih dan juga glowing adalah dambaan semua wanita. Tapi, pria pun juga menginginkan hal tersebut. Sedangkan, mempunyai kulit yang seperti itu tidak bisa hanya dirawat dan dijaga dari luar saja atau dengan produk-produk kecantikan.
Jadi selain menggunakan produk kecantikan, asupan juga mesti dijaga. dr. Maria Charlotte, BMedSci mengatakan, jika terlalu overeating dan tak memperhatikan asupan nutrisi dan gizi yang baik, akan menimbulkan bahaya pada kesehatan kulit.
"Jerawat itu pasti kalau dia overeating. Makan seenak-enaknya. Mau makan gula oke, nggak minum susu tapi gulanya banyak itu akan memperlama suatu proses penyembuhan. Jadi, jerawat kan perlu sembuh. Nanti kalau overeating nggakakan sembuh-sembuh karena asupan gula tersebut," katanya saat peluncuran menu salad baru di SaladStop! Setiabudi One, Jakarta Pusat, Rabu, (10/4), yang dihadiri AkuratHealth.
Selain gula, menurut Maria, ternyata makanan pedas sama sekali tidak memicu jerawat. Kenapa bisa?
"Makanan pedas itu asal nggak terlalu banyak nggak apa. Kalau itu lebih concern ke sakit perut kalau kesehatan. Karena juga cabai kan mengandung vitamin juga," tuturnya.
Jadi, menjaga kesehatan kulit itu perlu selektif memilik asupan makanan. Asupan pun juga diseimbangkan antara mikronutrien dan makronutrien.
"Harus perlu tahu non selektif itu artinya menuruti apa yang kita mau bukan apa yang kita butuh. Nah, sedangkan selektif itu yang kita butuhkan asupan seperti apa. Yaitu, dengan memilih makronutrien dan mikronutrien. Makro itu terdiri dari karbohidrat, protekn dan lemak. Sedangkan mikro ada vitamin, zat besi dan juga mineral," tukasnya.[]

Sumber : Akurat.co

Komentar

Postingan populer dari blog ini

30 Pejabat ikut Terseret dalam Kasus Century ini, Bahkan SBY pun ikut terseret.

Masyarakat Indonesia tengah dibuat heboh terkait dengan artikel yang berisi tentang hasil-hasil investigasi tentang kasus dibalik Bank Century hingga menjadi Bank Mutiara yang saat ini diasuh oleh J-Trust Bank oleh laman berita Asia Sentinel pada Senin (11/9) lalu. Dalam hasil investigasinya, terungkap adanya dugaan konspirasi pencurian uang negara. Media tersebut menyebutkan bahwa peristiwa itu sebagai “pencurian kleptokratis terbesar dalam sejarah Indonesia”. Artikel tersebut ditulis langsung oleh pendiri Asia Sentinel, John Berthelsen. Dan sebanyak 30 pejabat diduga terseret dalam skema pencurian akbar tersebut, termasuk Presiden Indonesia ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Legislator Mukhamad Misbakhun turut berkomentar terhadap pemberitaan Asia Sentinel tersebut melalui akun medsosnya. Pejuang perpajakan tersebut terpantau AKURAT.CO pada Kamis (13/9) melalui linimasa twiternya @MMisbakhun menuliskan, Semoga @KPK_RI masih punya keberanian untuk melanjutkan kasus...

BNI Ambon Beritahu Nasabah Gunakan e-Banking untuk Cek Transaksi Keuangan

Pasti Tepat Akurat - BNI Cabang Ambon mengimbau nasabahnya untuk menggunakan aplikasi e-banking . Hal ini dilakukan agar para nasabah dapat memantau aktivitas keuangan. Pejabat Kepala BNI KCU Ambon , Nolly Stevie Bernard mengatakan, pasca kasus dugaan penggelapan uang yang dilakukan oknum pegawai Bank BNI , masyarakat khawatir dana yang ditabung di bank itu ludes. Banyak nasabah komplain dan ingin menutup rekening tabungan. Meski pihaknya telah menginformasikan tabungan para nasabah aman. Untuk itu, layanan e-banking akan sangat berguna mengontrol keuangan juga memudahkan setiap transaksi keuangan nasabah. "Saya sering edukasi kepada nasabah supaya bisa pakai e-banking karena itu terdiri dari ATM, sms banking , mobile banking , internet banking supaya kalau ada uang yang bergerak dari rekening nasabah kita bisa tahu," kata Nolly, Rabu (30/10). Menurut dia, baru 90 persen nasabah di Ambon yang menggunakan aplikasi e-banking, hal ini karena mereka merasa kerepotan, pa...

Misbakhun Akhirnya bebas Dari Kasusnya, Karena Hasil Dari MA itu Sudah Bulat

Seorang anggota Inisiator Hak Angket Century Muhammad Misbakhun sempat dituduh oleh seseorang bahwa Ia adalah dalang dari kasus pemalsuan  letter of credit  (L/C) Bank Century. Tuduhan  Misbakhun korupsi  sebanyak 22,5 juta USD ini malah membesarkan namanya di dunia politik Tetapi Misbakhun tak terima yang akhirnya memohon agar Mahkamah Agung (MA) mengabulkan Peninjauan Kembali (PK) terhadap  kasus Misbakhun . MA pun mengabulkan permohonan PK yang diajukan oleh Misbakhun, adapun suara putusan MA bahwa  kasus Misbakhun  bukanlah kasus pidana tetapi kasus perdata. Sesama anggota Fraksi Partai Golkar, Bambang Soesatyo mengatakan bahwa putusan Mahkamah Agung (MA) menunjukkan adanya upaya politisasi terhadap  kasus Misbakhun  yang sangat kritis terhadap kasus Bank Century. "Misbakhun merupakan salah satu dari sembilan orang inisiator Hak Angket Kasus Century yang menyeret sejumlah petinggi Bank Indonesia (BI), orang-orang lingkar...