Langsung ke konten utama

Serikat Pekerja Kia Desak Penghentian Produksi SUV Telluride

Pasti Tepat Akurat - Serikat pekerja Kia Motors Corp mendesak penghentian produksi SUV baru Telluride. Hal itu karena penjualan kendaraan yang lemah dianggap mengancam para pakerja di Korea Selatan.
"Telah terjadi penurunan dalam penjualan mobil lokal yang menyebabkan kelebihan kapasitas yang dapat diambil oleh Telluride yang diproduksi di Korea Selatan," kata seorang perwakilan serikat pekerja dilansir dari Yonhap, Rabu (10/4).
Masalah ini diperkirakan bakal dibawa pada perundingan bersama tahun ini antara pekerja dan manajemen pabrikan mobil. Banyak pengamat memperkirakan Kia akan menolak permintaan penghentian produksi.
SUV Telluride saat ini sedang dirakit di pabrik West Point Kia di Georgia, Amerika Serikat. Mobil itu dirancang dan dibangun dengan mempertimbangkan pasar Amerika Utara dan hanya dilengkapi dengan mesin bensin, bukan unit diesel yang lebih populer di Korea Selatan.
Kia Motors mengatakan bahwa pihaknya telah menjelaskan secara terperinci sebelumnya mengenai rencana produksi Telluride kepada para pekerja. "Bahkan tidak pasti apakah gerakan seperti itu akan benar-benar disetujui oleh semua pekerja," tutur juru bicara Kia.
Alih-alih membangun Telluride, pabrik lokal akan terus membangun versi terbaru dari SUV Mohave. Kia menyatakan sehingga hal itu seharusnya tidak akan membuat adanya pengurangan pekerja.

Sumber : Akurat.co

Komentar

Postingan populer dari blog ini

30 Pejabat ikut Terseret dalam Kasus Century ini, Bahkan SBY pun ikut terseret.

Masyarakat Indonesia tengah dibuat heboh terkait dengan artikel yang berisi tentang hasil-hasil investigasi tentang kasus dibalik Bank Century hingga menjadi Bank Mutiara yang saat ini diasuh oleh J-Trust Bank oleh laman berita Asia Sentinel pada Senin (11/9) lalu. Dalam hasil investigasinya, terungkap adanya dugaan konspirasi pencurian uang negara. Media tersebut menyebutkan bahwa peristiwa itu sebagai “pencurian kleptokratis terbesar dalam sejarah Indonesia”. Artikel tersebut ditulis langsung oleh pendiri Asia Sentinel, John Berthelsen. Dan sebanyak 30 pejabat diduga terseret dalam skema pencurian akbar tersebut, termasuk Presiden Indonesia ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Legislator Mukhamad Misbakhun turut berkomentar terhadap pemberitaan Asia Sentinel tersebut melalui akun medsosnya. Pejuang perpajakan tersebut terpantau AKURAT.CO pada Kamis (13/9) melalui linimasa twiternya @MMisbakhun menuliskan, Semoga @KPK_RI masih punya keberanian untuk melanjutkan kasus...