Langsung ke konten utama

Pangeran William: Jika Anak Saya LGBT, Saya Akan Mendukungnya

Pasti Tepat Akurat - Pangeran William baru-baru ini mengatakan akan mendukung penuh putra-putrinya jika mereka menjadi pecinta sesama jenis. Bahkan, ia berjanji tidak akan mempermasalahkannya.
Dilansir dari The Telegraph, pernyataan itu dilontarkannya saat mengunjungi Albert Kennedy Trust (AKT), badan amal yang membantu para LGBT yang tak punya tempat tinggal.
Duke dan Duchess of Cambridge ini rupanya sudah mendiskusikan bagaimana mereka menyikapi anak-anaknya nanti jika mereka punya orientasi seksual yang berbeda. Namun, keduanya tetap khawatir akan kebencian atau persekusi yang mungkin dihadapi buah hatinya lantaran posisi mereka sebagai anggota keluarga kerajaan.
Ayah 3 anak itu mengunjungi AKT untuk meresmikan pembukaan layanan barunya menjelang parade "Pride" di London, parade yang menyuarakan kaum LGBT. Dalam momen itu, Pangeran William pun berterus terang melontarkan pendapatnya dari sisi orang tua jika anak mereka nantinya termasuk dalam kaum LGBT.
Kalimatnya pun dinilai menjadi yang paling jujur di antara para anggota keluarga kerajaan lainnya dalam topik yang dibicarakan ini. Pasalnya, saat cucu Ratu Elizabeth II ini naik takhta menjadi raja nantinya, otomatis ia juga menjadi kepala Gereja Inggris dan menjadi pemimpin Persemakmuran. Padahal, di antara anggota Persemakmuran, ada 37 negara yang saat ini punya undang-undang pidana untuk LGBT.
"Saya tidak akan mempermasalahkannya. Saya mendukung keputusan apapun yang mereka buat. Namun dari sudut pandang orang tua, saya khawatir akan banyaknya rintangan, ujaran kebencian, persekusi, dan diskriminasi yang akan mereka terima. Itulah yang agak mengganggu saya. Kita semua harus mencoba membetulkannya dan meninggalkan hal-hal di masa lalu agar tak terjadi di masa sekarang," tutur Pangeran William saat ditanya bagaimana kalau Pangeran George, Putri Charlotte, atau Pangeran Louis suatu hari nanti mengaku kalau mereka LGBT.
Duke of Cambridge khawatir lantaran tidak semua orang menganggap LGBT itu normal. Terlebih lagi, anak-anaknya berada di posisi "tokoh masyarakat" yang tentunya langsung menuai reaksi dan tekanan dari orang lain.
Pangeran George suatu hari akan mengikuti jejak ayahnya, kakeknya, dan nenek buyutnya untuk menjadi raja. Sementara itu, Putri Charlotte dan Pangeran Louis akan tumbuh menjadi anggota keluarga kerajaan.
"Saya tak khawatir jika mereka gay atau semacamnya, tetapi saya khawatir pada tekanan yang akan mereka hadapi dan betapa sulitnya hidup mereka. LGBT itu normal, tetapi untuk keluarga saya dan posisi kami saat ini, itulah yang membuat saya agak cemas," sambungnya.
Menurut suami Kate Middleton ini, komunikasi jadi kunci yang sangat penting untuk memahaminya.
"Anda harus membicarakan banyak hal dan memastikan bagaimana caranya untuk saling mendukung dan menjalani prosesnya," imbuhnya.
Sebenarnya, LGBT bukanlah hal baru di Kerajaan Inggris. Dilansir dari Huffpost, tahun lalu sepupu Ratu Elizabeth II, Lord Ivar Mountbatten, dikabarkan menikahi kekasihnya, James Coyle, di Devon. Ini adalah pernikahan sesama jenis pertama di kalangan Kerajaan Inggris.
Mountbatten mengaku sebagai gay 2 tahun lalu. Padahal ia pernah menikah dengan seorang perempuan bernama Penelope Anne Vere Thompson di tahun 1994 dan dikaruniai 3 orang anak. Sayangnya, pernikahan mereka kandas di tahun 2011.
"Saya mencintai Penny saat kami menikah dan saya tetap mencintainya. Saya mencintai keluarga saya. Namun, saya tak mengira ini akan terjadi. Saya tak pernah menyangka akan menikahi seorang pria," kata Mountbatten saat diwawancara Daily Mail tahun 2018 silam. []


Sumber : Akurat.co

Komentar

Postingan populer dari blog ini

30 Pejabat ikut Terseret dalam Kasus Century ini, Bahkan SBY pun ikut terseret.

Masyarakat Indonesia tengah dibuat heboh terkait dengan artikel yang berisi tentang hasil-hasil investigasi tentang kasus dibalik Bank Century hingga menjadi Bank Mutiara yang saat ini diasuh oleh J-Trust Bank oleh laman berita Asia Sentinel pada Senin (11/9) lalu. Dalam hasil investigasinya, terungkap adanya dugaan konspirasi pencurian uang negara. Media tersebut menyebutkan bahwa peristiwa itu sebagai “pencurian kleptokratis terbesar dalam sejarah Indonesia”. Artikel tersebut ditulis langsung oleh pendiri Asia Sentinel, John Berthelsen. Dan sebanyak 30 pejabat diduga terseret dalam skema pencurian akbar tersebut, termasuk Presiden Indonesia ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Legislator Mukhamad Misbakhun turut berkomentar terhadap pemberitaan Asia Sentinel tersebut melalui akun medsosnya. Pejuang perpajakan tersebut terpantau AKURAT.CO pada Kamis (13/9) melalui linimasa twiternya @MMisbakhun menuliskan, Semoga @KPK_RI masih punya keberanian untuk melanjutkan kasus...

BNI Ambon Beritahu Nasabah Gunakan e-Banking untuk Cek Transaksi Keuangan

Pasti Tepat Akurat - BNI Cabang Ambon mengimbau nasabahnya untuk menggunakan aplikasi e-banking . Hal ini dilakukan agar para nasabah dapat memantau aktivitas keuangan. Pejabat Kepala BNI KCU Ambon , Nolly Stevie Bernard mengatakan, pasca kasus dugaan penggelapan uang yang dilakukan oknum pegawai Bank BNI , masyarakat khawatir dana yang ditabung di bank itu ludes. Banyak nasabah komplain dan ingin menutup rekening tabungan. Meski pihaknya telah menginformasikan tabungan para nasabah aman. Untuk itu, layanan e-banking akan sangat berguna mengontrol keuangan juga memudahkan setiap transaksi keuangan nasabah. "Saya sering edukasi kepada nasabah supaya bisa pakai e-banking karena itu terdiri dari ATM, sms banking , mobile banking , internet banking supaya kalau ada uang yang bergerak dari rekening nasabah kita bisa tahu," kata Nolly, Rabu (30/10). Menurut dia, baru 90 persen nasabah di Ambon yang menggunakan aplikasi e-banking, hal ini karena mereka merasa kerepotan, pa...

Misbakhun Akhirnya bebas Dari Kasusnya, Karena Hasil Dari MA itu Sudah Bulat

Seorang anggota Inisiator Hak Angket Century Muhammad Misbakhun sempat dituduh oleh seseorang bahwa Ia adalah dalang dari kasus pemalsuan  letter of credit  (L/C) Bank Century. Tuduhan  Misbakhun korupsi  sebanyak 22,5 juta USD ini malah membesarkan namanya di dunia politik Tetapi Misbakhun tak terima yang akhirnya memohon agar Mahkamah Agung (MA) mengabulkan Peninjauan Kembali (PK) terhadap  kasus Misbakhun . MA pun mengabulkan permohonan PK yang diajukan oleh Misbakhun, adapun suara putusan MA bahwa  kasus Misbakhun  bukanlah kasus pidana tetapi kasus perdata. Sesama anggota Fraksi Partai Golkar, Bambang Soesatyo mengatakan bahwa putusan Mahkamah Agung (MA) menunjukkan adanya upaya politisasi terhadap  kasus Misbakhun  yang sangat kritis terhadap kasus Bank Century. "Misbakhun merupakan salah satu dari sembilan orang inisiator Hak Angket Kasus Century yang menyeret sejumlah petinggi Bank Indonesia (BI), orang-orang lingkar...