Langsung ke konten utama

Grab akan Lakukan Pembaruan Teknologi Untuk Meminimalisir Resiko Kecelakaan

Pasti Tepat Akurat - Perusahaan teknologi mobile on-demand Grab meluncurkan standar keamanan tambahan untuk GrabWheels di Jakarta. Hal itu menyusul tewasnya dua pengendara GrabWheels akibat ditabrak oleh sebuah mobil Toyota Camry pada Minggu (10/11/2019).
Program yang bertujuan untuk meminimalisir risiko kecelakaan bagi pengguna skuter listrik itu terdiri atas better educate (mengedukasi), better equip (melengkapi), dan better enforce (menegakkan). Langkah konkret yang akan dilakukan di antaranya melakukan kampanye online dan offline untuk menyebarkan informasi penggunaan skuter listrik yang aman dan bertanggung jawab.
"Akan ada lebih banyak konten edukasi yang akan disiarkan melalui berbagai channel komunikasi Grab," ujar Head of Public Affairs of Grab Indonesia, Tri Sukma Anreianno di pelataran luar gedung FX Sudirman, Jakarta Pusat, Senin (18/11/2019).
Grab juga akan mempertegas tampilan aturan keamanan dan penggunaan melalui aplikasi bagi pengguna, sebelum mereka diperbolehkan membuka kunci skuter Iistrik GrabWheels.
Selain itu, Grab akan melakukan pembaruan teknologi yang akan menghentikan penggunaan skuter di beberapa area seperti car free day, jembatan penyeberangan orang (JPO), dan lain-Iain. Salah satu contohnya adalah dengan membuat GrabWheels dapat berhenti dengan kecepatan yang berkurang ketika mendekati area JPO.
Head of Public Affairs of Grab Indonesia, Tri Sukma Anreianno mengatakan pihaknya berharap inisiatif ini akan meminimalisir risiko kecelakaan.
"Penting bagi pengguna untuk terus berhati-hati dan memperhatikan kondisi jalan ketika berkendara," pungkasnya di pelataran luar gedung FX Sudirman, Jakarta Pusat, Senin (18/11/2019).

Sumber : Akurat.co

Komentar

Postingan populer dari blog ini

30 Pejabat ikut Terseret dalam Kasus Century ini, Bahkan SBY pun ikut terseret.

Masyarakat Indonesia tengah dibuat heboh terkait dengan artikel yang berisi tentang hasil-hasil investigasi tentang kasus dibalik Bank Century hingga menjadi Bank Mutiara yang saat ini diasuh oleh J-Trust Bank oleh laman berita Asia Sentinel pada Senin (11/9) lalu. Dalam hasil investigasinya, terungkap adanya dugaan konspirasi pencurian uang negara. Media tersebut menyebutkan bahwa peristiwa itu sebagai “pencurian kleptokratis terbesar dalam sejarah Indonesia”. Artikel tersebut ditulis langsung oleh pendiri Asia Sentinel, John Berthelsen. Dan sebanyak 30 pejabat diduga terseret dalam skema pencurian akbar tersebut, termasuk Presiden Indonesia ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Legislator Mukhamad Misbakhun turut berkomentar terhadap pemberitaan Asia Sentinel tersebut melalui akun medsosnya. Pejuang perpajakan tersebut terpantau AKURAT.CO pada Kamis (13/9) melalui linimasa twiternya @MMisbakhun menuliskan, Semoga @KPK_RI masih punya keberanian untuk melanjutkan kasus...