Langsung ke konten utama

Hari Kedua Seleksi Timnas U-19, Fisik Pemain Dinilai Kurang

Pasti Tepat Akurat - Hari pertama seleksi tim nasional U-19 Indonesia, para pemain mengikuti pertandingan internal. Staf pelatih menilai kondisi fisik para pemain tidak terlalu baik.

Kondisi fisik pemain sangat kurang. Itu terlihat dalam dua pertandingan hari ini, ujar asisten pelatih timnas U-19 Nova Arianto di Cikarang Timur, Jawa Barat, Selasa (14/1/2020).

Berbeda dengan seleksi hari pertama, Senin (13/1/2020), di hari kedua, staf pelatih timnas U-19 yang berada di bawah pengawasan langsung manajer pelatih timnas Indonesia Shin Tae-yong memberikan menu pertandingan internal bagi para pemain. 

Laga itu berlangsung dua kali dengan tim yang berbeda-beda yaitu pada pagi hari pukul 09.30 WIB dan sore mulai pukul 15.00 WIB.

Teknisnya tim dibagi menjadi empat tim dan setiap hari akan bertemu secara bergantian. Fokus kami sampai Jumat nanti hanya melakukan 'game' saja pada pagi dan sore hari, kata Nova seperti dimuat Antara. 

PSSI menyeleksi pemain untuk timnas U-19 mulai Senin di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang Timur, Jawa Barat. Pada hari kedua, Selasa, seleksi diikuti 53 dari 59 pemain yang dipanggil.

Sebanyak enam pemain lain yakni Risky Muhammad, Brylian Aldama, David Maulana, Muhammad Fajar Fatur, Amiruddin Bagus dan Andre Oktaviansyah masih berada di Italia bersama tim Garuda Select. Mereka akan diseleksi langsung di Negeri Pizza.

Seleksi di Wibawa Mukti diawasi langsung oleh manajer pelatih Shin Tae-yong bersama pelatih timnas U-19 Gong Oh-Kyun serta asistennya Nova Arianto. Asisten pelatih tim nasional senior Indra Sjafri juga terlibat dalam seleksi tersebut.

Pada tahun 2020, timnas U-19 Indonesia akan mengikuti Piala AFF U-19, yang berlangsung di Indonesia tetapi waktu belum ditentukan, dan Piala Asia U-19 2020 yang digelar pada 14-31 Oktober 2020 di Uzbekistan.

Timnas U-19 diproyeksikan untuk tampil di Piala Dunia U-20 tahun 2021 yang bergulir di Indonesia.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

30 Pejabat ikut Terseret dalam Kasus Century ini, Bahkan SBY pun ikut terseret.

Masyarakat Indonesia tengah dibuat heboh terkait dengan artikel yang berisi tentang hasil-hasil investigasi tentang kasus dibalik Bank Century hingga menjadi Bank Mutiara yang saat ini diasuh oleh J-Trust Bank oleh laman berita Asia Sentinel pada Senin (11/9) lalu. Dalam hasil investigasinya, terungkap adanya dugaan konspirasi pencurian uang negara. Media tersebut menyebutkan bahwa peristiwa itu sebagai “pencurian kleptokratis terbesar dalam sejarah Indonesia”. Artikel tersebut ditulis langsung oleh pendiri Asia Sentinel, John Berthelsen. Dan sebanyak 30 pejabat diduga terseret dalam skema pencurian akbar tersebut, termasuk Presiden Indonesia ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Legislator Mukhamad Misbakhun turut berkomentar terhadap pemberitaan Asia Sentinel tersebut melalui akun medsosnya. Pejuang perpajakan tersebut terpantau AKURAT.CO pada Kamis (13/9) melalui linimasa twiternya @MMisbakhun menuliskan, Semoga @KPK_RI masih punya keberanian untuk melanjutkan kasus...

BNI Ambon Beritahu Nasabah Gunakan e-Banking untuk Cek Transaksi Keuangan

Pasti Tepat Akurat - BNI Cabang Ambon mengimbau nasabahnya untuk menggunakan aplikasi e-banking . Hal ini dilakukan agar para nasabah dapat memantau aktivitas keuangan. Pejabat Kepala BNI KCU Ambon , Nolly Stevie Bernard mengatakan, pasca kasus dugaan penggelapan uang yang dilakukan oknum pegawai Bank BNI , masyarakat khawatir dana yang ditabung di bank itu ludes. Banyak nasabah komplain dan ingin menutup rekening tabungan. Meski pihaknya telah menginformasikan tabungan para nasabah aman. Untuk itu, layanan e-banking akan sangat berguna mengontrol keuangan juga memudahkan setiap transaksi keuangan nasabah. "Saya sering edukasi kepada nasabah supaya bisa pakai e-banking karena itu terdiri dari ATM, sms banking , mobile banking , internet banking supaya kalau ada uang yang bergerak dari rekening nasabah kita bisa tahu," kata Nolly, Rabu (30/10). Menurut dia, baru 90 persen nasabah di Ambon yang menggunakan aplikasi e-banking, hal ini karena mereka merasa kerepotan, pa...

Misbakhun Akhirnya bebas Dari Kasusnya, Karena Hasil Dari MA itu Sudah Bulat

Seorang anggota Inisiator Hak Angket Century Muhammad Misbakhun sempat dituduh oleh seseorang bahwa Ia adalah dalang dari kasus pemalsuan  letter of credit  (L/C) Bank Century. Tuduhan  Misbakhun korupsi  sebanyak 22,5 juta USD ini malah membesarkan namanya di dunia politik Tetapi Misbakhun tak terima yang akhirnya memohon agar Mahkamah Agung (MA) mengabulkan Peninjauan Kembali (PK) terhadap  kasus Misbakhun . MA pun mengabulkan permohonan PK yang diajukan oleh Misbakhun, adapun suara putusan MA bahwa  kasus Misbakhun  bukanlah kasus pidana tetapi kasus perdata. Sesama anggota Fraksi Partai Golkar, Bambang Soesatyo mengatakan bahwa putusan Mahkamah Agung (MA) menunjukkan adanya upaya politisasi terhadap  kasus Misbakhun  yang sangat kritis terhadap kasus Bank Century. "Misbakhun merupakan salah satu dari sembilan orang inisiator Hak Angket Kasus Century yang menyeret sejumlah petinggi Bank Indonesia (BI), orang-orang lingkar...